Jumat, 07 Juni 2013

Teori Belajar Behavioristik
Pada teori behavioristik menekankan pada pola perilaku seperti nama teorinya behavior yg artinya perilaku. Dalam teori ini hasil belajar adalah pola perilaku. Dalam teori ini hasil belajar tidak berasal dari faktor internal atau kognitif namun berasal dari pola perilaku yang berasal dari stimulus dari pendidik yg kemudian di respon oleh siswa.
Pola perilaku ada yang tampak dan ada juga yang tidak tampak. Yang tampak seperti siswa berlatih gerakan olahraga yg telah dipraktikkan oleh gurunya, yang tidak tampak adalah siswa menghafal dalam pikirannya untuk ulangan sejarah esok hari.
Pada film Taare Jamee Par , Ishaan menerapkan teori belajar Behavioristik dari gurunya. Ishaan yang semula di ajari oleh Mama atau gurunya tidak memperoleh hasil, namun ketika di ajari oleh guru temporer lukisnya yg baru dia dapat berhasil mencerna apa yg di ajarkan. Hal tersebut jarena sang guru memberikan stimulus yang benar kepada Ishaan. Stimulus nya berupa pengalaman yg gurunya alami dirinya diwaktu kecil dan juga cerita – cerita pengalaman orang – oranhg hebat yang telah sukses walau memiliki kelemahan seperti dirinya. Dalam kasus ini Ishaan merespon stimulus yg diberikan guru barunya yang kemudian membuat dia merubah perilakunya yg tadinya depresi dan penakut menjadi bersemangat kembali. Dia berhasil bisa mengerjakan apa yg dirinya suka yaitu melukis dan balajar membaca menulis.
Teori Belajar Kognitif
Dalam teori ini menekankan pada kemampuan dari dalam diri siswa dalam berpikir(internal) . Hasil belajar tidak ditentukan oleh faktor dari luar individu namun ditentukan oleh dirinya sendiri yaitu pada pemikirannya sendiri. Aktivitas belajar siswa ditekankan pada proses internal yaitu bagaimana dirinya mengolah informasi. Teori ini berkebalikan dengan Teori Behavioristik. Hasil belajar dalam teori ini tergantung bagaimana siswa menggunakan pikirannya untuk belajar, mengingat dan menggunakan pengetahuan yang telah dia simpan dan peroleh sebelumnya.
Disini peran pendidik yang memberi stimulis tidak berperan. Pendidik hanya sebagai pengarah saja untuk siswanya, selanjutnya siswanyalah yang harus meneruskan hingga akhir belajarnya. Siswa dituntut aktif dalam teori ini.
Pada film Taare Jamee Par, saya melihat yang lebih menggunakan teori Belajar Kognitif adalah kakak dari Ishaan, Yohan. Dia terlihat menggunakan pikirannya sendiri dalam aktivitas belajar tanpa ada faktor luar seperti stimulus. Terlihat Yohan dapat mengolah informasi dan pengetahuannya dengan baik, dibuktikan dengan nilai – nilai sekolahnya yang baik.
Teori Belajar Humanistik
Dalam teori ini menekankan kebebasan individu untuk belajar. Disini tidak ada paksaan atau tekanan dari pihak manapun yang dirasakan oleh peserta didik. Dengan kebebasan itu diharapkan siswa dapat menjadi kreatif dan dapat mengaktualisasikan diri. Dirinya dapat mengerti dirinya dengan baik, dan dapat menempatkan dirinya dalam lingkungan dengan baik. Dalam teori ini mempercayai bahwa tiap orang memiliki potensi alami dalam dirinya, dimana hanya siswalah yang tahu, dengan adanya penerapan teori humanistik yang menekankan kebebasan individu diharapkan individu dapat melakukan apa yang dia suka tanpa tekanan sehingga potensi atau bakat alami dalam dirinya itu terlihat dan semakin dapat ditingkatkan.
Pada film Taare Jamee Par, terlihat Ishaan sangat tertekan dengan visi dan misi ayahnya yang mengharuskan anaknya menjadi anak yng dapat bberkompetisi di masa depan tanpa tahu diri Ishaan sepenuhnya. Ishaan mendapat banyak tekanan dari sekolah, teman dan keluarga. Namun saat dirinya bertemu guru temporer lukisnya yang memberi dirinya kebebasan , Ishaan jadi dapat mengasah potensi dirinya kembali. Dia dapat melukis dengan indah bahkan lukisannya di atas rata – rata anak seusianya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar